A. Apakah penyakit kelemahan akan Berumur itu?
Kelemahan Berumur merupakan suatu sindrom penyakit pikun, dimana keseimbangan tubuh terganggu atau dirawat di rumah sakit akibat infeksi tertentu maka status kesehatan dan fungsional berada di ambang kemunduran, dan aktivitas fisik anggota tubuh berkurang yang berdampak pada kualitas hidup. Manifestasi klinis antara lain: penurunan berat badan, kesibukan dalam melakukan apa pun, aktivitas fisik yang kurang, kecepatan berjalan yang lebih lambat, dan cengkeraman otot yang lebih lemah.
(A) Kelemahan Berumur Pemeriksaan diri:Tiga pertanyaan berikut memberikan pemeriksaan diri: jika Anda menjawab "ya" untuk satu pertanyaan, itu " Pra-melemahkan"; jika Anda menjawab "ya" untuk dua pertanyaan, itu Kelemahan Berumur.
a.Penurunan
berat badan:
Apakah berat badan Anda turun lebih
dari 3 kg dalam setahun?
b.Kekuatan
otot:
Apakah Anda sering duduk di
kursi dan membutuhkan bantuan tangan atau bantuan orang lain Untuk berdiri?
c.lelah:Apakah Anda sering merasa tidak bisa mengangkat sesuatu
belakangan ini?
(B) Kelemahan Berumur mungkin membuatmu terjadi?
a.Gangguan kognitif-hilang ingatan, pembalikan siang dan malam. b.Mudah jatuh.
c.Penurunan aktivitas fisik.
(C)Apa yang terjadi dengan Kelemahan Berumur?
a.Mengobati atau mengendalikan penyebab penyakit yang melemahkan, seperti diabetes, infeksi kronis, kanker, depresi atau demensia, dll. Cari bantuan profesional dari klinik rawat jalan departemen medis senior, melalui evaluasi menyeluruh terhadap orang tua, temukan penyakit yang dapat diobati, deteksi dini dan pengobatan dini, dan promosikan pemulihan kesehatan. b.Apa yang harus saya lakukan jika saya tidak bisa menjaga diri dalam kehidupan sehari-hari?
(D)Bagaimana mencegah Kelemahan Berumur?
Sebelum berolahraga, harap tingkatkan durasi dan intensitas latihan secara bertahap sesuai dengan kondisi fisik masing-masing. Ada 3 jenis olahraga sebagai berikut:
a. Latihan Peregangan (Stretching):
Meningkatkan kelenturan tubuh. Disarankan dilakukan 3-5 kali seminggu. Setiap bagian tubuh diregangkan selama 15-30 detik (Contoh: Senam peregangan, Yoga, Senam fisik)..
b.
Latihan Beban (Resistance Training):
Memperkuat kepadatan tulang. Disarankan dilakukan setidaknya 2 kali seminggu. Setiap gerakan diulang 10-20 kali sampai terasa sedikit lelah (Contoh: Menggunakan botol air mineral sebagai beban).
c.
Latihan Aerobik (Cardio):
Meningkatkan fungsi jantung dan paru-paru. Disarankan dilakukan setidaknya 3 kali seminggu, selama 20 menit setiap kali (Contoh: Lari, jalan cepat, berenang, bersepeda, menari, Ultra Slow Jogging).

a.Asupan Vitamin D:
Untuk menjaga metabolisme kalsium yang normal, disarankan mengonsumsi 600 IU (sekitar 15 mikrogram) setiap hari. Sumber makanan dapat diperoleh dari:(a)Sumber Hewani (Vitamin D3): Contoh: Ikan salmon, ikan kembung (mackerel), susu, dan kuning telur.(b)Sumber Nabati (Vitamin D2): Contoh: Jamur hioko (shiitake) kering atau jamur kuping hitam kering.
b.Asupan Protein:
Untuk meningkatkan massa otot, jumlah konsumsi protein harian yang disarankan berdasarkan berat badan (BB) adalah:Lansia sehat secara umum: 0,8 hingga 1,2 gram per kg BB.Lansia dengan malnutrisi (kurang gizi): 1,2 hingga 1,5 gram per kg BB.Pasien gagal ginjal: 0,8 hingga 1 gram per kg BB.Contoh sumber makanan:Satu porsi kelompok Protein (Daging, Ikan, Telur, Kedelai): Mengandung 7 gram protein.Satu porsi kelompok Susu (Dairy): Mengandung 8 gram protein.

B. Kesimpulan:
Tahun 2018, Taiwan resmi memasuki masyarakat usia lanjut. Kita harus bekerja keras untuk mengurangi waktu cacat bagi para lansia.Oleh karena itu, penyakit usia lanjut Kelemahan Berumur tidak dapat diabaikan.Jika penyakit Kelemahan Berumur dapat dideteksi sejak dini, perubahan pola makan, Olahraga dan gaya hidup dapat mencegah kecacatan, dan mengurangi jumlah waktu yang dihabiskan di tempat tidur di masa tua, berharap bahwa para lansia tidak hanya akan berumur panjang, tetapi juga menjalani hidup yang sehat dan berkualitas.
C.
Daftar Pustaka